Selasa, 15 Juni 2010

TAZKIYATUN NAFS




Menundukkan Pandangan Mata



Mata adalah sahabat sekaligus penuntun bagi hati. Mata mentransfer berita-berita yang dilihatnya ke hati sehingga membuat pikiran berkelana karenanya. Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat yang mulia ini telah memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan kita terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk.

Perintah untuk Menundukkan Pandangan

Allah Ta’ala berfirman yang artinya,”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka’” (QS. An-Nur : 30). Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.
Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan. Lidah bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan. Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah. Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang. Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikina itu atau mendustakannya” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits ini, Rasulullah menyebutkan zina mata pertama kali, karena inilah dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan tampil sebagai pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina. Oleh karena itu, marilah kita menundukkan pandangan kita. Karena jika mengumbarnya, berarti membuka berbagai pintu kerusakan yang besar.

Pahala bagi Orang yang Menundukkan Pandangannya dari Perkara yang Haram
Begitu beratnya menundukkan pandangan mata, apalagi pada zaman sekarang ini, sehingga Allah pun akan membalas hamba-hambaNya yang istiqomah melaksanakan perintah-Nya dengan pahala yang besar. Rasulullah besabda,”Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya” (HR. Ahmad). Rasulullah juga bersabda,”Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jika salah seorang dari kalian berbicara maka janganlah berdusta; jika dipercaya maka jangan berkhianat; jika berjanji maka jangan menyalahi; tahanlah pandangan kalian; tahanlah kedua tangan kalian; dan peliharalah kemaluan kalian” (HR. Ath-Thabrani, di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albany).

Senin, 17 Mei 2010

MUAMALAH


HUKUM IKUT MERAYAKAN PESTA, WALIMAH, HARI BAHAGIA ATAU HARI DUKA ORANG KAFIR DENGAN HAL-HAL YANG MUBAH SERTA BERTA’ZIYAH PADA MUSIBAH MEREKA

Tidak boleh memberi ucapan selamat (tahni’ah) atau ucapan belasungkawa (ta’ziyah) kepada mereka , karena hal itu berarti mamberi wala’ dan mahabbah kapada mereka. Juga dikarenakan hal tersebut mengandung arti pengagungan (penghormatan) terhadap mereka. Maka hal itu diharamkan berdasarkan larangan-larangan ini. Sebagaimana haram mengucapkan salam terlebih dahulu atau membuka jalan bagi mereka.

Ibnu Qayyim berkata, ”hendaklah berhati-hati jangan sampai terjerumus sebagaimana orang-orang bodoh, ke dalam ucapan-ucapan yang menunjukan ridha mereka terhadap agamanya. Seperti ucapan mereka, ”semoga Allah membahagiakan kamu dengan agamamu” , atau “memberkatimu dalam agamamu” , atau berkata , “semoga Allah memuliakanmu” . Kecuali jika berkata , “semoga Allah memuliakanmu dengan Islam” , atau yang senada dengan itu. Itu semua tahni’ah dengan perkara-perkara umum. Tetapi jika tahni’ah itu dengan syi’ar-syi’ar kufur yang khusus milik mereka seperti hari raya seperti hari raya dan puasa mereka , dengan mengatakan , “Selamat hari raya Natal” umpamanya atau “Berbahagialah dengan hari raya ini” atau yang senada dengan itu, maka jika yang mengucapkannya selamat dari kekufuran, dia tidak lepas dari maksiat dan keharaman. Sebab itu sama halnya dengan memberikan ucapan selamat terhadap sujud mereka terhadap salib, bahkan di sisi Allah hal itu lebih dimurkai daripada memberikan selamat atas perbuatan meminum khamr, membunuh orang atau berzina atau yang sebangsanya. Banyak sekali orang yang terjerumus dalam hal ini tanpa menyadari keburukannya. Maka barangsiapa memberikan ucapan selamat kepada seseorang yang bid’ah, maksiat ataupun kekufuran maka dia telah menantang murka Allah. Para ulama wira’i (sangat menjauhi yang makruh,apalagi yang haram), mereka senantiasa menghindari tahni’ah kepada para pemimpin dzalim atau kepada orang-orang dungu yang diangkat sebagai hakim, qadhi, dosen atau mufti, demi untuk menghindari murka Allah dan laknat-Nya.

Dari uraian tersebut jelaslah, memberi tahni’ah kepada orang-orang kafir atas hal-hal yang diperbolehkan (mubah) adalah dilarang jika mengandung makna yang menunjukan rela kepada agama mereka. Adapun memberikan tahni’ah atas hari-hari raya mereka atau syi’ar-syi’ar mereka adalah haram hukumnya dan sangat dikhawatirkan pelakunya jatuh pada kekufuran.

Senin, 12 April 2010

FATAWA


FATWA : RINGTONE DENGAN AYAT - AYAT AL-QUR’AN

Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

www.salafy.or.id

Semakin maraknya penggunaan telepon selular (Handphone) dikalangan manusia, menyebabkan terjadinya banyak penyalahgunaan yang menyelisihi syariat pada saat menggunakannya. Diantaranya yaitu menggunakan bacaan ayat-ayat al-qur'an, azan, dan yang semisalnya sebagai ringtone, yang ini merupakan bentuk merendahkan ayat-ayat Allah Azza Wajalla tersebut. Walhamdulillah masih banyak ringtone lainnya yang lebih selamat, seperti suara burung, suara dering telepon biasa, atau yang semisalnya yang lebih selamat dan tidak terjatuh dalam perbuatan yang diharamkan. Berikut kami nukilkan fatwa Ulama dalam masalah ini.

FATWA SYAIKH IBRAHIM AR-RUHAILI HAFIZHAHULLAH TA'ALA

Termasuk yang dikhawatirkan menjadikan agama sebagai permainan dan perbuatan sia-sia,apa yang muncul belakangan ini dan menyebar–sangat disayangkan sekali-diantara banyak dari orang-orang yang mulia dan memiliki keutamaan, bahkan kami katakan: tidak terlepas pula sebagian penuntut ilmu, yang menjadikan al-qur'an di telepo-telepon selular mereka sebagai tanda masuknya deringan telepon (ringtone) yaitu potongan (ringtone) untuk menunggu panggilan tatkala ada yang menghubunginya. Sehingga tatkala tersambung, ayat-ayat dari kitabullah inipun muncul. Tatkala dia ingin menjawabnya, ayat-ayat tersebut terputus ,sehingga seakan-akan kitab Allah dijadikan sebagai hiburan semata, dan sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diejek dan dihinakan. Kami tidak berprasangka bahwa orang yang menjadikan hal ini dari mereka yang memiliki kebaikan bahwa dia ingin mengejek. Namun kami katakan: Sesungguhnya kedudukan kitab Allah sepantasnya dibersihkan dari hal-hal seperti ini, demikian pula sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sepantasnya dibersihkan, demikian pula do'a-do'a yang diucapkan oleh para imam, tidak boleh digunakan untuk alat seperti ini.Jika orang yang menggunakanya itu meyakini bahwa itu agama, maka ini termasuk bid'ah, dan jika dia mengetahui bahwa hal itu tidak termasuk agama, namun dia hanya mengatakan bahwa ayat-ayat tersebut sebagai pengganti ringtone yang bermusik, maka ini termasuk merendahkan kitab Allah Azza Wajalla. Maka sepantasnya kita bersikap pertengahan antara mereka yang berlebihan dan melampaui batas, dengan orang-orang yang fasik yang menggunakan potongan-potongan ringtone musik, dan mengganggu kaum muslimin hingga di masjid-masjid mereka.Alat (HP) ini merupakan nikmat dari Allah Azza Wajalla, sepantasnya digunakan dengan cara yang benar. Ada banyak ringtone yang tidak ada unsur musiknya yang bisa digunakan sebagai tanda masuknya panggilan. Adapun sikap berlebihan dalam perkara ini, sehingga kalian melihat diantara manusia penuh keanehan dalam hal ini, terkadang muncul suara-suara hewan, terkadang anak-anak menangis atau tertawa, demi Allah ini perkara-perkara yang membuat tertawa, menangis, yang muncul dari orang-orang yang kami menyangka mereka memiliki keutamaan, terlebih lagi orang awam. Agama Allah sepantasnya disucikan,kitab Allah sepantasnya disucikan, sunnah sepantasnya disucikan pula, demikian pula do'a, demikian pula ini yang engkau dengarkan sepantasnya dibersihkan dari menjadikannya sebagai alat untuk datangnya panggilan atau menjawabnya melalui alat (HP) ini.

FATWA SYAIKH SALEH AL-FAUZAN HAFIZHAHULLAH

Beliau pendapat tentang orang yang menjadikan handphone-nya sebagai pengganti musik dengan adzan atau bacaa al-qur'an al-karim :

"ini termasuk merendahkan azan, zikir, dan al-qur'an al-karim,maka tidak boleh dijadikan sebagai alarm (ringtone). Al-qur'an tidak boleh digunakan sebagai alarm, lalu dikatakan: ini lebih baik dari musik. Apakah anda diharuskan melakukannya? Tinggalkan musik, gunakan alarm yang tidak ada musik padanya dan tidak pula al-qur'an, sekedar pemberi peringatan.Iya"

Senin, 08 Maret 2010

TAZKIYATUN NUFUS

HATI-HATI DENGAN CINTA

Cinta … sebuah kata yang sudah sangat dipahami oleh semua orang. Sebuah perasaan yang dengannya seseorang mau melakukan segala sesuatu demi mencapai apa yang dia cintai tersebut. Namun hakekatnya, cinta tidaklah hanya terbatas pada hubungan antara dua orang insan, bahkan lebih dari itu. Segala ibadah yang kita lakukan, kesemuanya itu tidak akan dapat kita lakukan jika tidak ada rasa cinta kepada zat yang kita sembah, yaitu Alloh Ta'ala. Cinta adalah ruh penggerak yang mendorong seseorang beribadah, maka apabila cinta hilang, maka ibadah akan terasa hambar.

Islam merupakan agama yang sangat luas, bahkan hingga dalam permasalahan cinta inipun islam memberikan penjelasan serta batasan yang terang. Sehingga dengannya, diharapkan seorang muslim tidak tersesat oleh rasa cintanya tersebut.

Cinta karena Alloh

Yaitu mencintai segala sesuatu yang dicintai oleh Alloh. Seperti mencintai para rosul, malaikat dan kaum mukminin. Demikian juga cinta kepada berbagai bentuk amal ketaatan seperti sholat, puasa, membaca Al Qur'an dan sebagainya. Cinta ini akan menghasilkan kebalikannya, yaitu benci karena Alloh. Contohnya membenci orang kafir, ahli maksiat dan berbagai macam amal kekafiran dan kemaksiatan. Kesempurnaan iman seseorang tidak akan terwujud tanpa adanya rasa cinta dan benci ini. Rosululloh bersabda yang artinya, "Barangsiapa mencintai seseorang karena Alloh, membenci seseorang karena Alloh dan memusuhi karena Alloh, maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan Alloh hanya dapat diperoleh dengan hal tersebut. Seorang hamba tidak akan merasakan nikmat iman, sekalipun banyak sholat dan puasa, sehingga bersikap demikian " (HR Ibnu Jarir).

Bentuk-bentuk cinta yang terlarang

Setelah mengetahui bentuk-bentuk cinta yang telah disebutkan, maka bagaimanakah bentuk-bentuk cinta yang terlarang itu ? Beberapa di antaranya adalah :

1. Mendahulukan kecintaan terhadap sesuatu apapun dibandingkan cinta kepada Alloh.

2. Mencintai orang-orang kafir.

3. Lebih mengikuti perintah, larangan ataupun ucapan orang yang dicintainya (semisal orangtua, istri atau suami dan lain sebagainya) padahal dia tahu bahwa perintah, larangan atau ucapan tersebut bertentangan dengan syariat Islam.

4. Menentang syariat yang diajarkan Rosululloh dengan ajaran nenek moyangnya ataupun adat istiadat karena fanatik terhadap nenek moyang.

5. Mencintai dunia, takut mati dan tidak mau berjihad di jalan Alloh dengan segala macam maknanya.

Ya Alloh, kami memohon kepadaMu, untuk memberikan kami rasa cinta kepadaMu, rasa cinta kepada orang-orang yang Engkau cintai dan rasa cinta kepada segala amal ketaatan yang dapat mendatangkan rasa cinta kami kepadaMu.

Kamis, 11 Februari 2010

DOSA TAU.....!!!!


KERUSAKAN – KERUSAKAN DI VALENTINE’S DAY

Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.

Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme. Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari Valentine.

Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir

Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.

Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon [25]: 72). Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas (Zaadul Maysir, Ibnul Jauziy). Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.

Meniru Perbuatan Setan

Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada dibelanjakan untuk hal yang lebih bermanfaat. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu, mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah (yang artinya), “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim).

Sebenarnya masih banyak sekali kerusakan yang terjadi di Valentine’s Day, tetapi karena terbatasnya tempat maka kami hanya menulis 6 kerusakan saja. Meskipun sedikit, kami tetap berharap semoga para pembaca sadar bahwa betapa buruknya tradisi Valentine’s Day itu.

Rabu, 20 Januari 2010

ADAB BERGAUL


SST JAGA PANDANGAN!

Alloh berfirman, yang artinya, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (An Nur 30-31).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman baik pria maupun wanita untuk menundukkan pandangan mereka. Dan perintah menunjukkan kewajiban, kemudian Allah menjelaskan bahwa hal ini lebih menyucikan dan membersihkan hati. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ali, "Wahai Ali ! janganlah engkau mengikuti satu pandangan dengan pandangan lain karena engkau hanyalah memiliki yang pertama dan tidak untuk yang selanjutnya” (HR. Al Haakim dalam Al Mustadrak). Rosulullah bersabda, "Zina kedua mata adalah memandang, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah bicara, zina tangan adalah memegang, dan zina kaki adalah melangkah." (Muttafaq 'alaih dengan lafazh Muslim). Memandang digolongkan zina tidak lain karena ia menikmati memandang kecantikan wanita yang akan menyebabkan masuknya ke dalam hati orang yang memandangnya, sehingga ia tergantung dengannya lalu berusaha berbuat kekejian dengannya. Allah berfirman, yang artinya, "Dia mengetahui mata yang berkhianat dan apa yang tersembunyi dalam dada." (Ghafir : 19).

Adapun dalil dari As-Sunnah yang menunjukkan hal ini adalah sabda Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, "Tidaklah aku meninggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi kaum pria melebihi kaum wanita." (HR. ) Hadits ini menggambarkan wanita sebagai fitnah. Dalam Al-Mu'jam Al-Kabir Imam Ath Thabrani meriwayatkan dari Ma'qil bin Yasar bahwasanya Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan besi yang panas itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya." Al-Haitami berkata dalam Majma' Az-Zawaid, "Perawinya adalah perawi kitab Ash- Shahih." Al-Mundziri berkata, perawinya tsiqah (dapat dipercaya). Rosulullah bersabda, 'Sungguh jika seorang pria disentuh oleh seekor babi yang berlumur tanah dan lumpur itu lebih baik baginya dari pada bila pundaknya disentuh oleh pundak wanita yang tidak halal baginya” (HR. Ath-Thabrani).

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa Nabi melarang pria menyentuh wanita baik dengan penghalang atau tidak Bila ia bukan mahrom baginya karena akan mengakibatkan pengaruh yang buruk. Dan tentu saja tidak termasuk dalam larangan tersebut hal-hal yang bersifat darurat dibutuhkan serta terjadi pada tempat-tempat ibadah seperti di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Sabtu, 09 Januari 2010

FATWA ULAMA


Berjabat Tangan setelah Shalat

Tidak diketahui ada seorang shahabat dan satu pun ulama’ salaf Rahimahullah ‘Alihim jika seusai shalat, mereka menoleh ke arah kanan dan arah kiri sambil bersalaman dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Seandainya mereka memang melakukan hal itu, pasti kita akan menukil berita tersebut dari mereka sekalipun dengan sanad yang dha’if. Begitu juga dengan para ulama’ yang menyelami lautan ‘ilmu, pasti akan dinukilkan berita itu untuk kita. Jika memang riwayat itu ada, pasti mereka semua akan memunculkan banyak sekali hukum tentang masalah ini. (Tamaam al Kalaam fii Bid’ah al Mushaafahah Ba’d al Salaam hal. 24-25 dan di dalam kitab al Masjiid fii al Islaam hal. 225).

Al Muhaddits Syaikh Muhammad Nashirudiin Al Albani berkata di dalam al Silsilah al Shahihah (I/23) sebagai berikut: “Adapun berjabat tangan selepas shalat maka dianggap sebagai sesuatu bid’ah. Kecuali bagi kedua orang yang sebelumnya sama sekali belum bertemu, maka dianggap sebagai perbuatan sunnah.”

Al Kanawi berkata: “Selain itu para ulama’ bermadzhab Hanafi, Syafi’i dan Maliki menganggap berjabat tangan seusai shalat sebagai perbuatan makruh dan sebagai bid’ah. Dikatakan dalam kitab al Multaqath: “Berjabat tangan seusai shalat merupakan sesuatu yang dimakruhkan dalam kondisi apapun. Karena para sahabat tidak pernah berjabat tangan setelah shalat. Selain itu berjabat tangan seusai shalat termasuk kebiasaan yang dikerjakan oleh orang-orang Rafidhah (syi’ah –pen.).”

Dari kalangan madzhab Syafi’i, al Hafidz Ibn Hajar al Atsqalani berkata: “Berjabat tangan yang dikerjakan orang seusai shalat lima waktu merupakan hal yang dimakruhkan. Karena perbuatan itu tidak memiliki dasar dalam syari’at Islam.” (al Si’aayah fii al Kasyf ‘ammaa fii Syarh al Wiqaayah hal. 264).

Sesuatu yang masih diperselisihkan statusnya antara makruh ataukah sunnah, maka dianggap sebagai sesuatu yang tidak boleh dikerjakan. Karena menolak kemudharatan itu lebih diutamakan ketimbang menarik kemaslahatan.

Syaikh Masyhur bin Hasan Salman berkata: “Yang perlu aku peringatkan bahwa seorang muslim tidak boleh memotong atau menghen-tikan tasbih saudaranya sesama muslim kecuali karena ada sebab syar’i. Pada-hal yang banyak kami saksikan dewasa ini, banyak sekali kaum muslimin yang memutus dzikir-dzikir yang disunahkan dibaca saudaranya setelah shalat dengan cara mengulurkan tangan kepada mereka untuk berjabat tangan. Padahal dengan mengajak mereka berjabat tangan berarti telah memutus hubungan tasbih dan dzikir yang sedang dijalin dengan Allah Ta’aala”.

Jika memang seseorang pertama kali berjumpa, maka hendaknya kedua-nya saling berjabat tangan dengan lembut dan penuh kasih. Dengan demi-kian sekarang menjadi jelas mengapa berjabat tangan bisa berubah statusnya menjadi sesuatu yang bid’ah. Berapa banyak orang yang pandai memberikan mau’idzah dan ahli memberikan nasehat, namun dia tetap mengerjakan hal yang melanggar sunah ini. (Tamaam al Kalaam fii Bid’ah al Mushaafahah Ba’d al Salaam hal. 23).

Miris sekali tentunya setelah membaca artikel diatas, bagaimana tidak, umat islam di Indonesia yang katanya bermadzhab Syafi’i justru yang menjadi penggerak aksi bid’ah ini. Hal ini secara tidak langsung tentunya berdusta atas nama Imam Syafi’i. Naudzubillahi min dalik.

Sabtu, 05 Desember 2009

FIQH SHOLAT

Mengapa cara shalat kita beda?
by M Shodiq Mustika

Alkisah, seorang pemuda Madura datang ke Yogyakarta. Ia menempuh studi lanjut, berkuliah di kota pelajar ini. Dijumpainya, cara shalat teman-temannya berlainan. Kenyataan ini agak mengejutkan baginya. Di kampung asalnya, semua orang bersholat dengan cara yang “sama”, patuh mengikuti petunjuk sang kyai.
Tapi di Jogja, cara salat kyai (ulama) tidak sepenuhnya diikuti oleh umatnya. Selain itu, kyai-nya pun macam-macam. Bukan hanya dari NU, melainkan juga Muhammadiyah, Tarbiyah (PKS), HTI, Syiah, Ahmadiyah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Jadilah sang pemuda Madura menjumpai aneka macam cara shalat di Jogja. Ia pun bertanya-tanya: Shalat kita beda???
Ia mempertanyakan cara shalat yang diajarkan oleh empat madzhab utama (Hanafi, Hanbali, Maliki, Syafi’i), juga Muhammadiyah dan NU serta lainnya. Ia bertanya-tanya: Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang hidup sebelum munculnya berbagai mazhab atau aliran itu? Salahkah?
Lantas, sang pemuda menyarankan kita untuk menjadikan buku Muhammad Nashiruddin al-Albani, Sifat Shalat Nabi, sebagai satu-satunya rujukan. Dengan demikianlah menurut dia, shalat kita akan menjadi benar dan tidak beda lagi. Begitulah katanya.
Tanggapan M Shodiq Mustika:
Aku juga merekomendasikan buku al-Albani tersebut. Kualitasnya luar biasa. Namun aku juga merekomendasikan buku-buku lain yang juga berkualitas.
Aku memahami kerinduan sang pemuda yang menginginkan cara shalat kita sama persis (disamping benar). Hanya saja, apakah Allah dan Rasul-Nya mengharapkan kita bershalat dengan cara yang sama persis?
Nabi saw. bersabda, “Bershalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku bersahalat!”
Perhatikanlah bahwa yang disabdakan bukanlah bershalatlah “sebagaimana Nabi bershalat”, melainkan “sebagaimana kalian melihat” Nabi bershalat. Nah, apabila cara lihat (atau sudut pandang) kita berbeda dalam melihat cara Nabi bershalat, bukankah ini akan menghasilkan cara shalat yang berlainan pula diantara kita?
Kalau pun cara lihat kita sama persis, cara shalat kita pun belum tentu sama persis. Untuk contoh penjelas, marilah kita gunakan sudut pandang al-Albani terhadap cara shalatnya Nabi saw. Satu contoh saja dulu, ya!
Satu contoh: Bagaimanakah Nabi mengangkat tangan dalam kaitannya dengan takbir? Menurut sudut pandang al-Albani di buku tersebut, “Terkadang Nabi mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan ucapan takbir, terkadang sesudah ucapan takbir, dan terkadang pula sebelum ucapan takbir.”
Nah, satu contoh saja sudah menunjukkan adanya tiga cara yang berlainan dalam shalat kita, bahkan walaupun sudut pandangnya sama, apalagi bila berbeda. Itu baru satu unsur shalat. Belum lagi unsur-unsur lainnya. (Pada unsur-unsur lainnya, al-Albani juga mengemukakan berbagai perbedaan cara shalat Nabi.)
Oleh karena itu, seharusnya kita tidak perlu memaksakan diri atau pun orang lain untuk bershalat dengan cara yang sama persis alias seragam. Marilah kita terima kenyataan bahwa perbedaan cara shalat kita itu sah, sama-sama islami, asalkan sama-sama sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Oke?

KESEHATAN


Sehat dengan Satu Siung Bawang Putih

Selain legendaris sebagai pengusir vampir, bawang putih, telah diyakini khasiatnya dalam dunia kesehatan. Sejak 1.500 sebelum Masehi, para tabib di China dan India telah menggunakan tanaman ini untuk mengencerkan darah.
Bapak Pengobatan Modern asal Yunani, Hippocrates, mengobati kanker serviks dengan bawang putih. Sementara ahli mikrobiologi, Louis Pasteur menemukan kandungan antibakteri dan antijamur dalam bawang putih. Penemuan Pasteur ini dimanfaatkan Albert Schweitzer untuk memberantas wabah disentri di Afrika.
Para peneliti di Pusat Penelitian Kardiovaskuler (CRC) Fakultas Kedokteran Universitas Connecticut baru-baru ini menemukan fungsi baru bawang putih. Mereka menyimpulkan bahwa gerusan bawang putih segar dapat melindungi jantung.
"Gerusan bawang putih segar menghasilkan hidrogen sulfida, gas yang juga muncul dalam telur busuk," kata profesor sekaligus direktur CRC Dipak K Das seperti dikutip laman Healthy Living.
Das menjelaskan, dalam jumlah besar gas hidrogen sulfida memang dapat menyebabkan keracuas. Namun dalam takaran yang pas, gas ini berfungsi sebagai landasan sinyal intersel dan dapat melindungi jantung.
Hidrogen sulfida, lanjut Das, merupakan gas yang berumur pendek. Gas ini akan hilang saat bawang putih dikeringkan, diproses, atau dimasak. Bawang putih yang dikeringkan atau diproses memang mempertahankan fungsi antioksidan dan membantu mengurangi risiko kerusakan akibat radikal bebas. "Tapi tidak semujarab bawang putih segar," kata Das.
Dalam studi yang dipublikasikan di Jurnal Agrikultur dan Pangan edisi 12 Agustus ini, para peneliti memberikan bawang yang sudah dikeringkan dan masih segar kepada dua kelompok tikus laboratorium. Mereka kemudian meneliti bagaimana jantung hewan-hewan tersebut kembali normal setelah simulasi serangan jantung.
"Aorta jantung kelompok yang diberi bawang segar kembali memompa darah segar lebih cepat dari kelompok lainnya. Bawang putih segar juga meningkatkan tekanan di bilik kiri jalan," kata Das.
Jumlah bawang putih yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jantung tidak banyak. Anda cukup mengonsumsi satu siung per hari, hancurkan dan diamkan selama sepuluh hingga 15 menit. Bawang putih juga dapat dicampurkan ke dalam yogurt atau madu.

DEMONSTRASI


HUKUM DEMONSTRASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Produk Asli Buatan Orang Kafir
Apakah dibolehkan melakukan unjuk rasa untuk menentang keputusan pemerintah yang itu memberatkan rakyat? Apakah boleh mengerahkan wanita-wanita ke jalan-jalan, berteriak-teriak menentang pemerintah? Yang hal ini sering kita dapati dilakukan oleh gerakan da’wah islam, bahkan mereka menyatakan hal ini adalah salah satu bentuk jihad melawan ketidakadilan atau jihad melawan orang kafir. Oleh karena itu, perlu kiranya ada penjelasan tentang demonstrasi dan hukumnya walaupun dalam tulisan yang cukup ringkas berikut ini.
Sesungguhya demonstrasi itu merupakan produk asli orang kafir, yang sudah selayaknya bagi kaum muslimin tidak mencontoh hal tersebut. Karena tidak boleh bagi kaum muslimin mencontoh kebiasaan orang-orang kafir. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Barang siapa yang meniru suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka”. (HR Abu Dawud, dishahihkan Ibnu Hibban).
Sesungguhnya demonstrasi adalah perkara baru yang belum pernah dikenal di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula pada zaman Khulafaur Rosyidin dan para sahabat radhiyallahu’anhum. Islam tidak pernah mengenal tindakan demonstrasi ini, tidak pula mengakuinya . Sungguh masih teringat di ingatan kita, ketika Bush datang ke negara kita, banyak reaksi kaum muslimin Indonesia yang menentang hal tersebut. Aksi demonstrasi terlihat di jalan-jalan, dan yang masih teringat ketika itu adalah ada seorang ustadz yang mengisi khutbah jum’at. Salah satu dari isi khutbahnya menyatakan bahwa hukum demonstrasi menentang kedatangan Bush ke Indonesia adalah fardhu ‘ain. Subhaanallah, siapakah ulama’ kaum muslimin dari zaman dulu sampai sekarang yang menyatakan bahwa demonstrasi hukumnya fardhu ‘ain? Apakah ustadz tersebut tidak mengetahui konsekuensi dari ucapannya tersebut? Salah satu konsekuensi dari ucapan ini adalah banyak kaum muslimin yang berdosa gara-gara tidak ikut demo menentang Bush. Tentunya hal ini, jika apa yang dikatakan ustadz tersebut benar. Apakah kita akan mengusir orang kafir dengan cara-cara orang kafir? Semoga saja yang diucapkan ustadz tersebut karena kekhilafan beliau.
Kejelekan Yang Nampak Dari Demonstrasi
Mayoritas demo yang ada tidak lepas dari keluarnya wanita-wanita ke jalan-jalan. Bagaimana sebenarnya hukum wanita yang keluar untuk demo seperti ini ? Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu.”(QS Al Ahzab: 33).
Inilah hukum asal untuk wanita, yaitu tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan yang dibenarkan oleh syari’at. Kemudian bagaimana dengan keluarnya wanita dari rumah mereka untuk demo?!! Apakah merupakan ajaran islam membiarkan para wanita berteriak-teriak di jalan-jalan? Ini hanya salah satu kejelekan yang nampak dari demonstrasi. Di sana masih ada banyak kejelekan yang lain yaitu berbagai kerusuhan dan pengrusakan. Atau minimal mendzolimi para pengguna jalan, ketika demo dilakukan di jalan-jalan. Meskipun mereka menamakan demo mereka dengan aksi damai.
Bagaimana Cara Menasehati Pemerintah ?
Sebagaimana dalam hadits yang artinya,“Siapa yang ingin menasehati penguasa, maka janganlah dia menampakkan dengan terang-terangan. Akan tetapi hendaklah dia mengambil tangannya lalu mereka berdua bersendirian denganny. Kalau dia menerimanya maka itulah yang diinginkan, dan kalau tidak menerimanya, maka dia telah menunaikan apa yang merupakan kewajibannya”.(HR Imam Ahmad, dishahihkan Syaikh Al Albani). Beginilah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita bagaimana cara menasehati pemerintah.

OFFICE 2010


OFFICE 2010 DIRILIS

Setelah sempat bocor di internet, akhirnya Microsoft merilis Office 2010 versi Beta. Seperti namanya, Office 2010 ini tentu hanya sekedar percobaan untuk publik, sebab Microsoft akan mengeluarkan Office 2010 ini dengan teknologi yang dibatasi, sampai akhirnya Office 2010 benar-benar dirilis secara final pada tahun depan.
Di Office 2010 ini ada beberapa perubahan yang akan diusung, di antaranya versi terbaru dari SharePoint 2010. Selain itu, perubahan lainnya adalah model tampilan Ribbon yang secara konsisten ada pada semua aplikasi Office 2010. Dalam tampilan antarmuka, Ribbon akan mendukung video, audio dan Silverlight. Office 2010 versi Beta ini juga sudah bisa langsung menyimpan file dalam bentuk pdf, membuka file Open Office. Menggunakan Office 2010 juga serasa berselancar di dunia maya dan menurut kami jauh lebih enteng dibanding versi 2007, karena bagi Sobat IT yang telah menggunakan Windows 7, waktu loading dari Office 2010 tampak lebih cepat dibandingkan dengan Office 2007.
Menurut Microsoft, Office Professional Plus 2010 versi Beta ini memiliki antarmuka yang hampir sama dengan versi sebelumnya. Peranti lunak ini tersedia dalam versi 32-bit maupun versi 64-bit, untuk versi di 32-bit memakan memori 684MB dan 64-bit menggunakan memori 750MB. Kedua paket tersebut sudah termasuk versi tweaked Office applications - Word, Excel, Powerpoint, Outlook, OneNote, Access, Publisher, InfoPath, SharePoint Workspace dan Communicator. Selain ikon baru, fitur Office 2010 terintegrasi Office Communicator 2007 R2 dalam Outlook 2010. Selain itu, fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan sinkronisasi Windows Live mereka dan situs jaringan sosial lainnya dalam terintegrasi Outlook. Awal tahun depan, LinkedIn Feed dapat ditambahkan ke Outlook 2010.
Jika Sobat IT pengguna Office 2003, tentu banyak perubahan yang harus dibiasakan jika ingin beralih ke Office 2010. Bagi pengguna Office 2007 juga masih perlu penyesuaian di beberapa menu. Masih ada waktu untuk penyesuaian dengan Office 2010 sebelum dirilis secara resmi yang kabarnya sekitar pertengahan 2010 nanti. Yang jelas Office versi terbaru ini makin mantap dengan segala fitur yang ditawarkan.

Berikut ini adalah aplikasi-aplikasi yang disertakan di dalam bundel Office 2010 Beta :
1. Word 2010
2. Excel® 2010
3. PowerPoint® 2010
4. Outlook® 2010
5. OneNote® 2010
6. Publisher 2010
7. Access® 2010
8. InfoPath® 2010
9. Office Communicator 2007 R2
10. SharePoint Workspace 2010
11. Visio® 2010
12. Office Web Apps
13. Office Mobile
Jika ingin mengetahui kemampuan Office 2010 ini, Sobat IT bisa mengunduhnya di situs resmi Microsoft.

Sabtu, 07 November 2009

KESEHATAN


JALAN KAKI

Jalan kaki adalah olah raga yang murah, aman dan sangat menyenangkan bila dilakukan bersama-sama teman, pasangan atau keluarga. Dan jangan pernah menganggap remeh jalan kaki, karena tidak sedikit manfaat yang bisa kita dapatkan dari "sekadar" berjalan-jalan.
Pada dasarnya, aktivitas fisik yang dilakukan secara kontinyu dan dalam waktu yangg panjang dapat melatih kesegaran jasmani seseorang, termasuk berjalan kaki. Selain melatih kesegaran jasmani, oksigen yang dihirup dan diedarkan akan melancarkan sirkulasi darah. Efeknya, kondisi tubuh tak cepat lelah dan lebih cepat mengembalikan tubuh pada kondisi normal, serta mengurangi stres atau depresi.

Tips jalan kaki

1.Aktivitas jalan kaki memang baru bisa disebut olahraga jika dilakukan secara kontinu, minimum 30 menit setiap harinya. Untuk latihan jantung, perhitungan zona latihannya adalah 60-80 % dari denyut nadi maksimum (DNM). Angka DNM diambil dari 220 – umur. Jadi, misalnya Anda berusia 40 tahun, DNM-nya adalah 220 – 40 = 180, maka denyut nadi latihan Anda antara 60% x 180 = 108 dpm (denyut per menit) sampai dengan 80% x 180 = 144 dpm.
2.Agar latihan lebih efektif dan bisa masuk zona latihan, sebaiknya intensitasnya ditambah, baik itu kecepatannya, jarak tempuhnya, waktu dan juga medannya (misalnya jalan yang menanjak/menurun). Latihan pun bisa dimulai dari seminggu sekali, seminggu dua kali, seminggu tiga kali, sampai nantinya bisa dilakukan setiap hari.
3.Sebelum dan sesudah berjalan kaki, cek kadar gula darah Anda. Jika terlalu rendah, di bawah 100 mg/dl, Anda harus menambah asupan karbohidrat sekitar 15-30 gram. Jika terlalu tinggi, di atas 200 mg/dl, maka sebaiknya tunda dulu olahraga Anda sampai kadar gula darahnya turun. Penting untuk para diabetisi untuk selalu melakukan pengecekan kadar gula darah dengan interval yang rutin jika ingin mencoba berjalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh.
4.Waktu yang paling baik untuk penderita diabetes melakukan olahraga jalan kaki adalah sekitar 1-2 jam setelah makan, saat insulin dan kadar gula darah mulai stabil. Paling disarankan jika dilakukan di pagi hari, terutama untuk penderita diabetes tipe 1.
5.Untuk menghindari terjadinya penurunan kadar gula terlalu rendah saat berjalan kaki, sebaiknya bawalah makanan ringan yang mengandung karbohidrat. Setelah selesai berjalan kaki, anda mungkin butuh asupan karbohidrat sedikit lebih banyak dari biasanya untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Yang terpenting saat Anda mencoba program ini, Anda harus ekstra hati-hati terhadap gejala-gejala dan tanda-tanda yang mungkin terjadi, jangan memaksakan diri, dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

FIQH SHOLAT


MENGAPA HANYA MENYEBUT NAMA MUHAMMAD SAW DAN IBRAHIM AS DALAM SHALAWAT

“Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Teks Arabnya:
اللّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، اللهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Demikianlah satu diantara bacaan-bacaan shalawat yang telah dituntunkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam kepada umatnya. Dan masih ada banyak lagi bacaan shalawat yang dituntunkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam.
 
tolong kasih tahu tentang kenapa [shalawat yang dituntunkan] dalam bacaan shalat hanya menyebutkan nama nabi muhammad dan nabi ibrahim saja
Sebab, sebagaimana disebutkan oleh al-Albani dalam kitab Sifat Shalat Nabi, yang dituntunkan kepada kita adalah “berdoa dengan kata-kata yang pendek, tetapi isinya sangat luas.“
Bayangkanlah betapa terlalu panjangnya doa shalawat kita seandainya mesti menyebut nama nabi (dan nama orang-orang saleh lainnya) dalam shalawat: “Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Adam dan keluarganya, Nabi Idris dan keluarganya, Nabi Nuh dan keluarganya, … [sebut satu demi satu sampai], Nabi Isa dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Adam dan keluarganya, Nabi Idris dan keluarganya, Nabi Nuh dan keluarganya, … [sebut satu demi satu sampai], Nabi Isa dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
Mengapa kita melantunkan doa shalawat terhadap Nabi Muhammad?
Sebab, Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
(artinya): “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.” (Al Ahzab: 56)
Selain itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda (artinya): “Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali saja, niscaya Allah akan membalasnya dengan shalawat sepuluh kali lipat.” (H.R. Al Hakim dan Ibnu Sunni, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)
Lantas, mengapa nama nabi yang disebutkan bersama dengan Muhammad itu ialah Ibrahim, bukan Nuh, Musa, Isa, atau yang lainnya?
Dalam hal ini, perlu kita perhatikan bahwa penyebutan nama Ibrahim dalam shalawat itu tidak sendirian, tetapi menyertakan keluarganya. Kita tahu, keluarga Ibrahim itu sudah menerima shalawat dan barakah yang luar biasa dari Allah Ta’ala. Bahkan, dapatlah kita katakan bahwa keluarga Ibrahim itu lebih utama daripada segala keluarga lainnya.
Benarkah keluarga Ibrahim merupakan keluarga yang paling utama di segala zaman?
Ya, keluarga nabi Ibrahim adalah keluarga yang istimewa yang kisahnya digelar oleh seluruh kitab suci dari masa ke masa. Keistimewaan keluarga Ibrahim –’Alaihis salam– membuatnya terpilih oleh Allah Ta’ala di antara sekian banyak keluarga manusia di segala zaman seperti tersebut di dalam surah Ali Imran [3]: 33, “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran [melebihi segala ummat] di alam semesta.“
Jadi, keluarga yang paling utama ialah keluarga Ibrahim, kemudian keluarga Imran. Sementara itu, keluarga Imran itu sendiri merupakan keturunan dari keluarga Ibrahim. Dengan demikian, dalam penyebutan “keluarga Ibrahim” itu, “keluarga Imran” pun sudah tercakup. Oleh karena itu, tepatlah penyebutan “keluarga Ibrahim” dalam shalawat.

Kamis, 01 Oktober 2009

NASEHAT RASUL

KIAT SEHAT ALA RASULULLAH

Rasulullah bersabda :
"Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu'min yang lemah ......"(HR Muslim)
Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resepi berikut :

SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara shubuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumát beliau mencuci rambut2 halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.
"Mandi pada hari JUmát adalah wajib bagi setiap orang2 dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman"(HR Muslim)

TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Sabda Rasul :
"Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dg adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan

GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.
Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2 terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung

TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT
TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

GLUKOSA

GLUKOSA

Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.

Glukosa (berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.
Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat di mana-mana dalam biologi. Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik, sehingga akan mudah tersedia bagi sistem biokimia primitif. Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal (‘’peripheral neuropathy’’), kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.

Dalam respirasi, melalui serangkaian reaksi terkatalisis enzim, glukosa teroksidasi hingga akhirnya membentuk karbon dioksida dan air, menghasilkan energi, terutama dalam bentuk ATP. Sebelum digunakan, glukosa dipecah dari polisakarida.
Glukosa dan fruktosa diikat secara kimiawi menjadi sukrosa. Pati, selulosa, dan glikogen merupakan polimer glukosa umum polisakarida).
Dekstrosa terbentuk akibat larutan D-glukosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kanan. Dalam kasus yang sama D-fruktosa disebut "levulosa" karena larutan levulosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kiri.

Rabu, 02 September 2009

DZIKIR BERJAMAAH


Hukum Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardlu dengan Suara Keras dan Berjamaah

Bagaimana dengan dzikir dan tatacaranya yang kedua-duanya adalah bid’ah?
Lajnah Daimah pernah ditanya tentang hal ini:”Di negeri kami ada dua jama’ah. Masing-masing mengaku bahwa dialah yang benar. Selesai shalat, kami lihat salah satu jama’ah itu mengangkat tangan dan berdo’a secara berjama’ah dengan lafaz seperti berikut ini:
اللهم صل على محمد عبدك ورسولك النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلم تسليما
“Ya Allah limpahkan shalawat dan salam sebanyak-banyaknya kepada Muhammad, hamba dan Rasul-Mu, Nabi yang Ummi (tidak dapat membaca dan menulis). Juga kepada keluarga dan para sahabatnya.”
Ada doa lain yang mereka namakan Al Fatih. Sementara jamaah lain, ketika Imam mengucapkan salam, mengatakan: “Kami tidak akan melakukan seperti perbuatan jama’ah pertama. Dan ketika jama’ah yang pertama ditanya, mereka katakan bahwa do’a ini adalah pelengkap atau penyempurna shalat, dan tidak lain hanyalah kebaikan. Adapun jama’ah kedua, mereka mengatakan bahwa do’a ini adalah bid’ah yang tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam dan mereka berdalil dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam:
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد.
“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka amalan itu tertolak.”
Ada beberapa hadits lain yang mereka jadikan hujjah, dan kami hanyalah orang-orang yang masih muda belum tahu mana yang benar. Mohon agar dijelaskan kepada kami mana yang benar.”
Jawab:”Do’a jama’i setelah Imam mengucapkan salam dengan serempak, tidak ada asalnya yang menunjukkan bahwa amalan ini disyari’atkan. Dan Dewan Riset dan Fatwa memberikan jawaban sebegai berikut: “Doa sesudah shalat fardlu dengan mengangkat kedua tangan baik oleh Imam maupun ma`mum, sendirian atau bersama-sama, bukanlah sunnah. Amalan ini adalah bid’ah yang tidak ada keterangannya sedikitpun dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam dan para sahabatnya radliyallahu ‘anhum. Adapun do’a tanpa hal-hal demikian, boleh dilakukan karena memang ada keterangannya dalam beberapa hadits. Wabillahi taufiq. Semoga shalawat tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan cara sahabatnya. (Lajnah Daimah).
Pada bagian lain, Lajnah menjawab: “Doa dengan suara keras setelah shalat lima waktu, ataupun sunnah rawatib. Atau doa-doa sesudahnya dengan cara berjamaah dan terus-menerus dikerjakan merupakan perbuatan bid’ah yang munkar. Tidak ada keterangan sedikitpun dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam tentang hal ini, juga para sahabatnya radliyallahu ‘anhum. Barangsiapa yang berdoa setelah selesai shalat fardlu atau sunnah rawatibnya dengan cara berjama’ah, maka ini adalah menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dan apabila mereka menganggap orang yang mengingkari hal ini atau tidak berbuat sebagaimana yang mereka lakukan sebagai orang kafir atau bukan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka ini adalah kebodohan dan kesesatan serta memutarbalikkan kenyataan yang ada. (Lajnah Daimah, lihat Fatwa Islamiyah 1/318-319).
(Disalin dari “Bid’ah ‘Amaliyah Dzikir Taubat, Bantahan terhadap ‘Arifin Ilham Al Banjari”, Penulis: Al Ustadz Abu Karimah ‘Askari bin Jamal Al Bugisi, Murid Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i, Yaman).
Sumber: http://darussalaf.or.id/index.php?name=News&file=article&sid=33

Senin, 10 Agustus 2009

PERSAHABATAN


PERSAHABATAN

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
• kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain.
• simpati dan empati.
• kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
• saling pengertian.
Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.
Disiplin-disiplin utama yang mempelajari persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalah psikologi sosial, teori pertukaran sosial, teori keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban. Lihat Hubungan antar-pribadi.

Rabu, 15 Juli 2009

BERPIKIR ISLAMI


BERPIKIR ISLAMI

• Berpikir adalah ciri yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Seringkali orang melakukan sesuatu - bahkan aktivitas sehari-hari – tanpa berpikir dahulu. Padahal, justru dengan berpikir itulah yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk lain.

• Aktivitas berpikir adalah menafsirkan realitas yang dihadapi dengan bekal informasi yang dipunyai sampai bisa diambil sikap terhadapnya. Disini perlu suatu tolok ukur yang mampu memberikan arahan untuk menyikapi realitas itu. Bagi seorang muslim , tolok ukur itu harulah Aqidah Islam.

• Menjadi orang yang berpikir islami tidak harus menjadi doctor, ahli sains, atau cendikiawan. Prinsipnya , ada kesungguhan untuk menjadikan Islam sebagai tolok ukur dalam aktivitas berpikirnya.

Ketika berpikir Islami menjadi tradisi , maka seorang muslim akan mampu menghadapi realitas kehidupan dan menyikapinya dengan benar.

Minggu, 28 Juni 2009

OKOSHA SAID TO... THAT...

OKOSHA SAID THAT...

Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
Seiring jejak kakiku bergetar
Aku tak terpagut oleh cintamu
Menelusup hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam membisu

Kuingin selalu dekat dihatimu
Kuingin selaludenganmu
Di wajahmu Di senyummu
Membuatku selalu membayangkanmu
Dihatimu
Cantik dirimu
Kaulah dewiku
Wajahmu mengalihkan duniaku


Karna ku tak bisa
Mengganti dirinya
Kuakui jujur aku tak sanggup
Sungguh aku tak bisa

Dewi.. bukalah kedua matamu
Pandanglah ruang di hatiku
Dewi.. berikan nafasmu untukku
Agar kuhirup bersamamu
bersamamu… terus bersamamu

Terlalu indah tuk dibayangkan
Terlalu manis untuk di kenang
Kau selalu ada di hatiku dan di cintaku

sadarkah engkau bagaikan embun pagi
sejukkan mataku .. engkau adalah resah gelisahku

Senin, 08 Juni 2009

MAULID NABI

Rasulullah Hadir Pada Perayaan Maulid Nabi?


Kalau ada yang menyangka bahwasanya Rasul hadir dalam perayaan maulid tersebut, maka Al-Qur`an mendustakan keyakinan tersebut. Allah berfirman kepada Nabi-Nya (artinya):
Sesungguhnya kamu akan mati dan mereka akan mati pula, kemudian kalian akan berbantahan di sisi Rabb kalian. (Surat Al-Zumar: 30 – 31).
Adalah keyakinan bahwa bangkitnya jasad mayit dari kuburnya hanya akan terjadi pada hari kiamat, maka kalaupun ada yang menyangka bahwa kebangkitan (kehadiran Rasul) tersebut adalah sekadar ruhnya, Al-Qur`an-pun mendustakan pula (artinya):
Allah memegang/menahan jiwa ketika matinya dan juga jiwa orang yang belum mati waktu tidurnya, maka Dia menahan jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa lain yang sampai waktu yang ditentukan (Surat Al-Zumar: 42).
(maksudnya: Orang-orang yang mati ruhnya akan ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya dan orang-orang yang tidak mati waktu dia tidur ruhnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi, lihat terjemahan Al-Qur`an terbitan Departemen Agama RI)

Ruh orang yang telah meninggal itu tetap, tidak bisa datang dan pergi, oleh karena itu pengakuan akan hadirnya Rasul dalam haflat (perayaan) tersebut adalah kebohongan yang ditujukan/diatasnamakan kepada Nabi.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata, Sesungguhnya dusta atas namaku tidak sama dengan dusta atas nama selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka hedaklah ia mengambil tempat duduk dari neraka (api) (Muttafaq alaih, hadits yang diakui (mutawatir) berasal dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Lihat Fathul Bari I/23)

Adapun berdirinya mereka untuk mengagungkan / menghormat beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang dianggap hadir dalam acara peringatan yang mereka lakukan adalah kemungkaran yang besar dan nyata! Karena berdiri untuk mengagungkan adalah ibadah yang tidak pantas kecuali untuk Allah seperti dalam solat. Berkata Allah (artinya):
Dan berdirilah untuk Allah bersama orang-orang yang taat. (Al Baqarah:138)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sungguh telah melarang seseorang menghormati orang lain dengan cara berdiri:
Barangsiapa suka temannya berdiri untuknya maka hendaklah ia mengambil tempat duduk dari api neraka. (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Tirmidzi, lihat didalam As-Silsilah Ash-Shahihah Juz I / hal 627 / No hadits 357).